SEJARAH

  24 Maret 2017  |  DESA GENTENG WETAN

Seiring perkembangan jaman, sekitar tahun 1900an kawasan yang dilalui jalan poros tersebut menjadi kawasan strategis karena merupakan titik simpul menuju empat arah, Kecamatan Gambiran (selatan) Rogojampi (timur), Temuguruh (utara) dan Kalibaru (barat). 

Lambat laun kawasan tersebut menjadi sentra aktifitas pada pedagang, perantau (traveller) yang mencoba mengadu keberuntungan, hingga secara alamiah terbentuklan pasar rakyat dan stamplat (titik pemberhentian transportasi darat) serta stasiun pengisian bahan bakar minyak.

Sekitar tahun 1920 para tokoh masyarakat berinisiatif untuk mendeklarasikan kawasan tersebut menjadi wilayah hukum sendiri.

Untuk mewujudkan keinginan tersebut, para tokoh meminta restu kepada para pemuka agama yang pada saat itu telah berdiri beberapa pesantren.

Setelah mendapat restu dan dukungan baik dari pemuka agama, maka para tokoh ini mendeklarasikan kawasan tersebut sebagai kelurahan “Genteng”.

 

Kata “Genteng” diambil dari sebutan populer yang berkembang pada saat itu untuk menyebut suatu kawasan “elite” yang ditandai banyak berdiri bangunan baru dengan atap “genteng” yang merupakan material bangunan mewah pada saat itu. 

Setelah deklarasi  kelurahan Genteng, Permasalahan yang muncul adalah pemilihan pemimpin (lurah) yang akan memegang tampuk roda pemerintahan di kelurahan genteng. Menurut penuturan muhdor atim, cucu dari tokoh masyarakat saat itu, para tokoh berembuk untuk mengangkat salah satu figur yang dianggap layak. Pada saat itu sulit menemukan sosok yang bersedia untuk menjadi pimpinan baik itu diperkumpulan apalagi di pemerintahan. Singkat cerita setelah diputuskan dalam musyawarah para tokoh langsung mengajak masyarakat lainnya untuk berbondong-bondong menjemput H. Salman yang saat itu masih berada di ladangnya. Dengan cara “memaksa” mereka menyampaikan hasil musyawarah dan langsung memanggul beliau pulang ke rumahnya diiringi masyarakat lainnya sambil meneriakan ungkapan syukur telah dipilih “lurah genteng”.

Selanjutnya tugas H. Salman mengantarkan kelurahan Genteng menjadi benar – benar lembaga pemerintah yang bisa menjalankan peran sesuai dengan fungsinya.

Bermula berkantor di rumahnya yang hingga saat ini bangunannya masih terjaga, tepatnya sekarang berada di Jalan Hasanudin Nomor 18, tepat di belakang toko Al Bayan. Dan tepat di seberang jalan hingga sekarang masih kokoh berdiri tuguh Nol Kilometer Genteng (NOG). 

Akhirnya di tahun 1930 kelurahan genteng dipecah menjadi dua desa yaitu Desa gentengwetan dan desa gentengkulon di bawah naungan Kecamatan Genteng.

Dari penuturan di atas untuk sementara dapat disimpulkan bahwa lahirnya Desa Gentengwetan di tahun 1930. Dan berikut nama –nama Kepala Desa yang pernah menjabat di Desa Gentengwetan :

1. H. SALMAN. (1930-1940).

2. PONGGO TARUNO. (1941-1944).

3. MOH. YASIN. (1947-1949).

4. ABDURROHIM / SUKARNO. (1949-1960).

5. MOH. HASYIM. (1962-1982).

6. SADHI SADIYANTO. (1983-1993).

7. FAIZ ZUBAIDI, BA. (1993-1996).

8. MUHAMMAD, SH. (2002-2012).

9. HASAN, SH. (2012-2018).

10. H. SUKRI. (2019).

 

Dengan keterbatasan data untuk memaparkan sejarah perkembangan pemerintahan dan pembangunan di Desa Gentengwetan, maka tim penyusun naskah RPJMDes membatasi ruang lingkup mulai kepemimpinan Kepala Desa Muhammad, SH., lebih tepatnya pada periode kedua. Pada masa ini desa sudah diberi kewenangan mengelola keuangan  untuk kegiatan pembangunan di desa melalui Alokasi Dana Desa (ADD).

Selain ADD, pembangunan fisik dan prasarana juga didukung oleh sumber lain diantaranya Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) yang difasilitasi oleh anggota dewan yang yang bermaksud bisa mendongkrak perolehan suara untuk periode selanjutnya.  Program pembangunan lain juga datang dari Pemerintah Provinsi diantaranya Jalin Kesra dan Jalin Matra.

Prestasi pembangunan sangat menonjol di era kepemimpinan Kepala Desa Muhammad, SH., tentu saja ini tidak lepas dari buah kebijakan pemerintah dalam membangun dea. Diantara tonggak kesuksesan di era Muhammad, SH., adalah program pemavingan jalan desa, jembatan/plat duiker, Kantor dan Balai Desa, Musholla serta MCK kantor desa dan banyak lagi program pembangunan yang ditunjang ADD, APBD-Prop, APBD-Kab dan Swadaya Masyarakat.

Hingga pada tanggal 22 Pebruari 2012, melalui Pilkades terpilih Hasan, SH., sebagai Kepala Desa Gentengwetan yang ke 9.

Langkah strategis yang di diambil adalah optimalisasi potensi desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan penataan lembaga serta aparatur desa menuju pelayanan prima.

Dengan memanfaatkan potensi keuangan desa dan potensi keuangan daerah (Kabupaten dan propinsi) serta keuangan pemerintah pusat Kepala Desa Hasan, SH berupaya agar dapat menarik sumbersumber tersebut menjadi  kegiatan pembangunan dengan cara proaktif berupa usulan dan permintaan kepada dinas / instansi terkait.

Selain itu upaya menumbuhkan roda ekonomi di desa juga terus dipacu dengan mendorong para pelaku usaha untuk dapat berinvestasi dan membuka kegiatan usaha baik berupa properti maupun perniagaan. Sederet bendera usaha seperti PT. Pusaka Lima Pilar, PT. Permata Fajar, PT. Diraya dan masih banyak lagi perusahan yang sudah beropesasi di desa Gentengwetan.  Keuntungan langsung dengan memberi keleluasaan para pengusaha untuk mengembangkan usahanya di Desa Gentengwetan. jadi visi dan misi Kepala Desa baik Muhammad, SH maupun Hasan, SH., telah dilaksanakan dengan baik dengan disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Selanjutnya dengan terpilihnya H. Sukri pada pilkades tahun 2019, langkah strategis yang akan diambil adalah optimalisasi peningkatan PAD untuk kesejahteraan masyarakat. 

Di Era Milineal saat Ini beliau ingin menghidupkan kembali serta meningkatkan UMKM  yang ada di Desa Gentengwetan dengan mangadakan pelatihan atau pembinaan mengenai pemasaran baik offline maupun online, display produk, packaging, labeling dan lain-lain.

Dalam upaya meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat, diciptakan unit-unit usaha dalam mengoptimalkan potensi-potensi yang ada.  Selain itu, pembangunan dan pemeliharaan prasarana guna memperlancar perekonomian seperti jembatan penghubung, kondisi jalan dan kebersihan juga tidak dapat dikesampingkan mengingat daerah perdagangan adalah tempat berkumpulnya orang banyak mulai dari pembeli, penjual dan para makelar. (disarikan dari diskusi desa, Januari 2020) 

 

Contact Details

  Alamat :   Jl.Kyai Hasyim Ashari No.105
  Email : desagentengwetan.02@gmail.com
  Telp. : 0823-2220-0022
  Instagram : pemdes.gentengwetan
  Facebook : pemdes.gentengwetan
  Twitter : @DsGentengWetan


© 2021,   Web Desa Kabupaten Banyuwangi