SEJARAH

  24 Maret 2017  |  DESA GENTENGWETAN

        Pada masa penjajahan di wilayah Kabupaten Banyuwangi bagian selatan, ada sebuah desa yang dibelah oleh aliran sungai ‘kali setail’, letaknya cukup strategis karena dilewati oleh jalan ‘Deandels’ dan berada hampir di tengah Kabupaten Banyuwangi. Bukan pegunungan dan bukan daerah pantai. Desa Genteng, begitu orang mengenalnya sebagai pusat konsentrasi masyarakat pada saat itu karena memiliki pasar dan stamplat (terminal umum).

        Dalam perkembangan selanjutnya sekitar tahun 1930 Desa ini dipecah menjadi dua. Desa Genteng Wetan dan Genteng Kulon.

       Nama ‘Genteng’ pada desa tersebut cukup beralasan, karena daerah ini merupakan sentra industri genting (atap rumah). Bahkan sampai tahun 80an industri genting ini masih eksis mengisi pasaran lokal dan kota – kota lain, bahkan sampai ke Kabupaten Jember. Salah satu pabrik besar yang saat ini masih bisa dilihat walaupun hanya reruntuhan bangunannya adalah Pabrik Genteng Karang Pilang yang letaknya di Jl. KH. Hasyim Asy’ari tepatnya di RW. 12 Dusun Krajan Desa Genteng Wetan.

       Pada awal berdirinya Desa Genteng Wetan, yang menjabat  sebagai Kepala Desa adalah H. Salman lewat pilkades. Dan berikut nama – nama Kepala Desa yang pernah menjabat di Desa Genteng Wetan :

  1. H. SALMAN. ( 1930).
  2. PONGGO TARUNO. (1941).
  3. MOH. YASIN. (1947).
  4. ABDURROHIM / SUKARNO. (1949).
  5. MOH. HASYIM. (1962).
  6. SADHI SADIYANTO. (1983).
  7. FAIZ ZUBAIDI, BA. (1993).
  8. MUHAMMAD, SH. (2002).
  9. HASAN, SH. (2012).

 

Adapun wilayah Desa Genteng Wetan sampai saat ini meliputi tiga padukuhan atau dusun, sebagai berikut :

  1. Dusun Canga’an.          
  2. Dusun Krajan.
  3. Dusun Resomulyo. (setelah berganti nama dari Ranggon yang artinya ‘arang – arang hang manggon’ atau jarang –jarang yang menetap .

      Sejak lahirnya Desa Genteng Wetan ketiga dusun tersebut mempunyai karakteristik sendiri. Dusun Canga’an yang merupakan daerah santri penduduknya gemar berdagang keliling (pasaran/bangkelan) dan rata – rata adalah pendatang dari daerah  Jawa Tengah. Sedangkan Dusun Krajan penduduknya campuran orang Banyuangen (Osing) dan Madura. Berbeda dengan penduduk Dusun Canga’an, orang Dusun Krajan lebih senang berdagang menetap. Ada yang di los pasar, blantik maupun kaki lima. Orang Dusun Resomulyo berbeda dengan dua dusun saudaranya, mereka lebih suka bertani dan berkebun serta beternak. Sehingga dari ketiga dusun tersebut, Dusun Resomulyo memiliki wilayah pertanian yang lebih luas dan kultur pedesaannya sampai saat ini masih terasa.

      Dengan luas wilayah 628 Ha, saat ini Desa Genteng Wetan telah dihuni oleh 18.727 jiwa penduduk terdiri dari 9.606 jiwa penduduk laki-laki dan 9.120 jiwa penduduk perempuan yang tersebar di tiga dusun, 26 RW dan 132 RT.  

Adapun rincian jumlah RT/ RW yang ada di masing-masing dusun di wilayah Desa Genteng Wetan saat ini adalah sebagai berikut :

  1. Dusun Canga’an            : 9    RW, 47 RT.
  2. Dusun Krajan                : 12   RW, 53 RT.
  3. Dusun Resomulyo          : 5    RW, 28  RT.               

 

       Demikian asal - usul Desa Genteng Wetan yang bisa digali dari para sesepuh desa dan tokoh masyarakat di Desa Genteng Wetan, semoga bisa menjadi pengetahuan dan pengalaman khususnya bagi generasi muda Desa Genteng Wetan dan masyarakat Banyuwangi pada umumnya.                   

 

Narasumber: Sutrisno, Sesepuh Desa Genteng Wetan

Contact Details

  Alamat :   Jl.Kyai Hasyim Ashari No.105
  Email : desagentengwetan.02@gmail.com
  Telp. : 0823-2220-0022
  Instagram : pemdes.gentengwetan
  Facebook : pemdes.gentengwetan
  Twitter : @DsGentengWetan


© 2019,   Web Desa Kabupaten Banyuwangi